Dari Data ke Piring: Menjaga Ketepatan Sasaran dan Mutu Gizi Program MBG di Sumenep

Dari Data ke Piring: Menjaga Ketepatan Sasaran dan Mutu Gizi Program MBG di Sumenep

1 bulan yang lalu - Terakhir diperbarui - SIK DinkesP2KB (Author)


Sumenep, 17 April 2026 / Bidang Kesehatan Masyarakat

Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai langkah konkret. Salah satunya adalah penguatan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya menitikberatkan pada distribusi makanan, tetapi juga pada ketepatan sasaran dan mutu layanan. Pada 17 April 2026, kegiatan pemadanan data dan penguatan quality control penyelenggaraan makanan dilaksanakan di SPPG Karangduak sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan ini difokuskan pada pemadanan data kelompok prioritas 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Data penerima manfaat MBG diverifikasi dan diselaraskan dengan data dalam sistem Sigizi Terpadu Kementerian Kesehatan. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa intervensi gizi benar-benar tepat sasaran, sekaligus memudahkan pemantauan perkembangan status gizi, termasuk kenaikan berat badan dan kondisi kesehatan penerima manfaat secara berkala dan terukur.

Selain penguatan aspek data, kegiatan ini juga menekankan pentingnya standar mutu dalam seluruh proses penyelenggaraan makanan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari perencanaan menu berbasis siklus 30 hari, penyusunan standar resep dan porsi, perencanaan bahan pangan, hingga proses persiapan, pengolahan, pemorsian, dan distribusi. Pendekatan ini mencerminkan prinsip pelayanan publik yang mengedepankan kualitas, keamanan pangan, serta pemenuhan kebutuhan gizi seimbang bagi masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengelola SPPG, tenaga gizi, tim operasional di setiap divisi, hingga penyuluh KB dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pamolokan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan program berjalan secara terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan. Rapat koordinasi rutin dengan sektor pendidikan dan unsur kecamatan juga turut memperkuat pengawasan dan evaluasi program.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sistem manajemen penyelenggaraan makanan di SPPG Karangduak telah berjalan dengan baik. Pembagian tugas antar divisi tersusun jelas, mendukung efektivitas kerja dan konsistensi pelayanan. Ketersediaan menu siklus 30 hari menjadi panduan penting dalam menjaga variasi dan kecukupan gizi. Di sisi lain, penggunaan pangan ultra-proses (UPF) telah dibatasi secara ketat, hanya digunakan secara terbatas seperti susu UHT yang diberikan tidak rutin, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas konsumsi pangan.

Dari aspek ketepatan sasaran, hasil pemadanan menunjukkan kesesuaian antara data penerima manfaat MBG dengan data pada Sigizi Terpadu. Hal ini menjadi indikator penting bahwa program telah menjangkau kelompok yang tepat dan dapat dipantau secara sistematis. Namun demikian, beberapa hal teknis masih perlu menjadi perhatian, seperti pengelolaan bahan pangan setengah olahan dalam jumlah besar, pengaturan alur produksi yang belum terbagi dalam dua sesi, serta penyesuaian menu yang kadang dilakukan berdasarkan permintaan penerima manfaat.

Ke depan, optimalisasi proses produksi dan penguatan standar operasional menjadi langkah penting untuk menjaga konsistensi mutu layanan. Pengaturan waktu persiapan bahan pangan, khususnya buah dan sayur, juga perlu terus disempurnakan agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga saat didistribusikan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang berbasis data, berkualitas, dan berorientasi pada keberlanjutan. Program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Sumenep yang sehat, cerdas, dan produktif. (hdx/mnl)