2 hari yang lalu - Terakhir diperbarui - SIK DinkesP2KB (Author)
Sumenep, 08 Juni 2026 / Bidang Kesehatan Masyarakat
Komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terus diwujudkan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep melalui program BUNGA EMAS. Pada Senin, 8 Juni 2026, kegiatan tersebut dilaksanakan di Puskesmas Guluk-Guluk dengan melibatkan tim lintas bidang yang terdiri dari Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Sumber Daya Kesehatan (SDK), Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dan Sekretariat Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep.
Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep hadir langsung dan berkantor di Puskesmas Guluk-Guluk sejak apel pagi hingga seluruh rangkaian pelayanan kesehatan selesai dilaksanakan. Kehadiran pimpinan secara langsung di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan, pembinaan, serta evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Program BUNGA EMAS merupakan salah satu inovasi pembinaan yang bertujuan mendekatkan proses pengambilan keputusan dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, berbagai aspek pelayanan kesehatan dapat dipantau secara langsung sehingga kebutuhan, tantangan, maupun potensi pengembangan pelayanan dapat diidentifikasi secara lebih cepat dan akurat.
Kegiatan diawali dengan apel bersama seluruh jajaran Puskesmas Guluk-Guluk sebagai bentuk penguatan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setelah itu, Kepala Dinas bersama tim melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai unit pelayanan, mulai dari pelayanan rawat jalan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan gizi, program kesehatan masyarakat, pelayanan penyakit menular dan tidak menular, hingga aspek administrasi dan tata kelola puskesmas.
Selain melakukan peninjauan fasilitas dan alur pelayanan, tim juga berdialog secara langsung dengan tenaga kesehatan untuk mendengarkan berbagai masukan terkait pelaksanaan program kesehatan di wilayah kerja puskesmas. Pendekatan ini menjadi penting karena tenaga kesehatan merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan memahami berbagai tantangan yang terjadi di lapangan.
Monitoring yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan kuratif, tetapi juga meninjau pelaksanaan program promotif dan preventif yang menjadi fondasi transformasi layanan kesehatan primer. Berbagai program prioritas seperti pelayanan kesehatan ibu dan anak, pengendalian stunting, peningkatan cakupan imunisasi, pengendalian penyakit menular, kesehatan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat turut menjadi perhatian dalam kegiatan evaluasi ini.
Melalui program BUNGA EMAS, Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep berupaya memastikan bahwa setiap puskesmas mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, dan sesuai standar pelayanan kesehatan. Kehadiran pimpinan secara langsung di tengah aktivitas pelayanan juga menjadi bentuk dukungan moral bagi tenaga kesehatan yang setiap hari mengabdikan diri untuk melayani masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan monitoring, BUNGA EMAS menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih kuat antara Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, berbagai permasalahan dapat diselesaikan secara lebih efektif sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep meyakini bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas lahir dari proses evaluasi yang berkelanjutan, dukungan sumber daya yang memadai, serta komitmen seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
Melalui semangat BUNGA EMAS, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat, responsif terhadap kebutuhan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dengan pelayanan yang semakin baik, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan terus meningkat dan tujuan pembangunan kesehatan daerah dapat tercapai secara berkelanjutan. (hdx/mnl)