Deteksi Dini, Lindungi Keluarga: Dinkes P2KB Sumenep Intensifkan Screening TBC pada Kelompok Berisiko di Desa Kertasada

Deteksi Dini, Lindungi Keluarga: Dinkes P2KB Sumenep Intensifkan Screening TBC pada Kelompok Berisiko di Desa Kertasada

1 hari yang lalu - Terakhir diperbarui - SIK DinkesP2KB (Author)


Sumenep, 29 Mei 2026 / Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak. Selain berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang serius, penyakit ini juga dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup masyarakat apabila tidak ditemukan dan ditangani sejak dini. Sebagai bentuk komitmen dalam mempercepat eliminasi TBC, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep melaksanakan kegiatan Screening Sistematis Tuberculosis (SSTB) pada 29 Mei 2026 di Balai Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penemuan kasus aktif yang bertujuan meningkatkan deteksi dini TBC pada kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi. Pelaksanaan SSTB melibatkan Tim STPI, tenaga kesehatan puskesmas, kader kesehatan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep yang bekerja secara terpadu untuk menjangkau masyarakat secara langsung di tingkat desa.

Sasaran utama kegiatan meliputi terduga TBC, kontak serumah penderita TBC, kontak erat penderita TBC, serta kelompok rentan seperti penyandang diabetes melitus (DM), HIV, dan kondisi kesehatan lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi TBC. Kelompok-kelompok ini menjadi prioritas karena memiliki kemungkinan lebih besar untuk terpapar maupun mengalami perkembangan penyakit apabila tidak dilakukan deteksi dan penanganan sejak dini.

Melalui pendekatan screening sistematis, petugas kesehatan melakukan identifikasi gejala, penilaian faktor risiko, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pendekatan ini menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan penemuan kasus TBC yang sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya dianggap ringan atau menyerupai penyakit lainnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan informasi mengenai tanda dan gejala TBC yang perlu diwaspadai, seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam berkepanjangan, mudah lelah, dan keringat malam. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Kegiatan SSTB juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengobatan TBC hingga tuntas. Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor utama dalam keberhasilan penyembuhan sekaligus mencegah terjadinya resistensi obat yang dapat memperpanjang dan mempersulit proses pengobatan.

Peran kader kesehatan dalam kegiatan ini sangat penting sebagai mitra strategis tenaga kesehatan di lapangan. Kader tidak hanya membantu menjangkau kelompok sasaran, tetapi juga berperan dalam edukasi, pendampingan pasien, serta pemantauan kondisi masyarakat di lingkungan sekitar. Kolaborasi yang kuat antara kader dan tenaga kesehatan menjadi salah satu kunci keberhasilan program pengendalian TBC berbasis komunitas.

Pelaksanaan screening sistematis di Desa Kertasada menunjukkan komitmen Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep dalam memperkuat layanan kesehatan yang berorientasi pada pencegahan dan deteksi dini. Melalui pendekatan jemput bola, masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran tanpa harus menunggu hingga kondisi penyakit berkembang lebih lanjut.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat, upaya penanggulangan TBC di Kabupaten Sumenep diharapkan semakin efektif. Langkah ini sekaligus mendukung target nasional Eliminasi TBC Tahun 2030 serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman penyakit menular. (hdx/mnl)