1 hari yang lalu - Terakhir diperbarui - SIK DinkesP2KB (Author)
Sumenep, 23 Mei 2026 / Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui kader kesehatan yang terlatih dan tenaga kesehatan yang kompeten. Untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan TBC, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep bersama Tim STPI menyelenggarakan kegiatan On the Job Training (OJT) dan Pembekalan Screening Sistematis Tuberculosis (SSTB) pada 23 Mei 2026 di Ruang Pertemuan Trunojoyo, Bappeda Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Puskesmas Kalianget, Lenteng, Batuputih, Dasuk, dan Pasongsongan yang terdiri atas Penanggung Jawab Program Tuberkulosis (PJ TB) serta tiga kader TBC dari masing-masing wilayah kerja puskesmas. Pembekalan ini menjadi bagian dari strategi penguatan jejaring pelayanan kesehatan dalam mendukung penemuan kasus TBC secara aktif dan terstruktur di masyarakat.
Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang memerlukan perhatian serius karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan screening sistematis pada kelompok berisiko tinggi menjadi langkah penting untuk menemukan kasus sedini mungkin sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan rantai penularan dapat diputus.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dan pelaksanaan SSTB, mulai dari identifikasi kelompok sasaran berisiko tinggi, teknik skrining di lapangan, mekanisme rujukan, pencatatan dan pelaporan, hingga strategi komunikasi efektif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Materi yang diberikan dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melaksanakan deteksi dini TBC secara aktif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Selain penyampaian materi, kegiatan OJT juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mempelajari berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam pelaksanaan program TBC di lapangan. Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, diharapkan peserta mampu mengembangkan solusi yang efektif sesuai dengan kondisi wilayah kerja masing-masing.
Kader kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan program eliminasi TBC. Sebagai ujung tombak di masyarakat, kader berperan dalam melakukan edukasi, menemukan suspek TBC, mendampingi pasien selama pengobatan, serta membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tuntas. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader menjadi investasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara puskesmas, kader kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi yang kuat antar berbagai pihak diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program penanggulangan TBC dan memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pembekalan SSTB ini, Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mendukung target Eliminasi TBC Tahun 2030 melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan deteksi dini, dan penguatan layanan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat. Dengan dukungan tenaga kesehatan yang kompeten dan kader yang aktif, diharapkan semakin banyak kasus TBC yang dapat ditemukan lebih awal, ditangani dengan tepat, dan disembuhkan secara tuntas demi terwujudnya masyarakat Sumenep yang lebih sehat dan produktif. (hdx/mnl)